Onno W Purbo bahwa masa depan teknologi jaringan komputer di dunia akan berbasispada protocol TCP/IP. Ha ini di kemudian hari memicu penulisan buku- buku jaringan computer internet berbasis TCP/IP oleh Onno W Purba maupun rekan-rekan penulis lainnya di Indonesia. Robby Soebiakto juga menjadi koordinator alamat IP pertama dari AMPR-net (Amatir Packet Radio Network)yang di internet dikenal dengan domain AMPR.ORG dan IP 44.132. AMPR-net Indonesia kemudian dikoordinir oleh Onno W. Purbo sejak tahun 2000. Salah satu aktivitas AMPR-net adalah mengkoordinasi aktifitas anggota ORARI melalui mailing list ORARI, orari-news@yahoogroups.com. Pada awal perkembangan jaringan paket radio di Indonesia, Robby Soebiakto merupakan pioneer di kalangan pelaku amatir radio Indonesia yang mengaitkan jaringan amatir Bulletin Board System ( BBS ). BBS merupakan jaringan surat elektronik ( e-mail ) yang merelai e-mail untuk dikirim melalui server/computer BBS yang mengaitkan banyak “server” BBS amatir radio seluruh dunia agar e-mail data berjalan dengan lancar.
Komunikasi antara Onno W. Purbo yang waktu itu berada di Kanada dengan rekan – rekan amatir radio di Indonesia terus berlanjut hingga awal 1990an. Dengan peralatan PC/XT dan walkie talkie 2 meteran, komunikasi antara Indonesia Kanada dilakukan melalui jaringan amatir radio. Robby Soebiakto berhasil membangun gateway amatir satelit di rumahnya di kawasan Cinere. Dengan bantuan satelit-satelit OSCAR milik amatir radio, komunikasi lebih antara Indonesia – Kanada berjalan semakin cepat.Pengetahuan secara perlahan ditransfer dan berkembang melalui jaringan amatir radio ini. Pada tahun 1992 – 1993, Muhammad Ihsan, seorang peneliti di LAPAN rancabungur yang pada tahun 1990 –an bersama dengan pimpinannya Ibu Adrianti menjalin kerjasama dengan DLR ( Lembaga penelitian antariksa Jerman ) mencoba mengembangkan jaringan computer menggunakan teknologi radio paket pada Band 70cm dan 2m. di kemudian hari, Muhammad ihsan menjadi motor penggerak di LAPAN untuk membangun dan mengoperasikan satelit buatan LAPAN Indonesia yang dikenal sebagai LAPAN TUBSAT maupun INASAT. Jaringan LAPAN dikenal sebagai JASIPAKTA dan didukung oleh DLR. Muhammad Ihsan mengoperasikan relay penghubung antara ITB dengan gateway internet yang ada di DPPT. Di DPPT, Firman Siregar mengoperasikan gateway radio paket yang bekerja pada band 70cm. PC 386 sederhana yang menjalankan program NOS di atas system operasi DOS digunakan sebagai gateway paket radio TCP/IP. IPTEKNET masih berada di tahapan sangat awal perkembangannya. Tanggal 7 Juni 1994, Randy Bush dari Portland, Oregon, AS melakukan ping ke IPTEKNET dan kemudian melaporkan hasilnya kepada rekan – rekannya di National Science Foundation ( NSF ) AS. Dalam laporan Randy Bush tertera waktu yang dibutuhkan untuk ping pertama dari Indonesia ke AS, yaitu sekitar 750 mili detik melalui jaringan Leased Line yang berkecepatan 64 Kbps. Namalain yang tak kalah berjasa adalah Pak Putu. Beliau mengembangkan PUSDATA DEPRIN pada masa kepemimpinan menteri perindustrian Tungki Ariwibowo sekaligus menjalankan BBS pusdata.dprin.go.id. Di masa awal perkembangan BBS Pak Putu berjasa mempopulerkan penggunaan e-mail khususnya di Jakarta. Aktifitas Pak Putu banyak didukung oleh menteri perindustrian Tungki Ariwibowo yang sangat menyukai computer dan Internet. Pak Tungki adalah menteri pertama Indonesia yang menjawab e-mail sendiri.
Pada akhir tahun 1992, Suryono Adisoemarta kembali ke Indonesia. Kesempatan tersebut tak dilewatkan oleh anggota amatir radio club ( ARC ) ITB seperti Basuki Suhardiman, Aulia K. Arief, Arman Hazairin yang didukung oleh Adi Indrayanto untuk mencoba mengembangkan gateway radio paket di ITB. Berawal semangat dan bermodalkan PC 286 bekas, ITB merupakan turut berkiprah di jaringan PaguyubanNet. Institusi lain seperti UI, BPPT, LAPAN, pusdata dprin yang lebih dahulu terhubung ke jaringan internet mempunyai fasilitas yang jauh lebih baik daripada ITB. Di ITB modem radio paket berupa terminal node controller ( TNC ) merupakan peralatan pinjaman dari Muhammad Ihsan dari LAPAN.
No comments:
Post a Comment